Ciputat, 13 April 2011
Selamat malam, hei kau yang berkemeja biru muda!
Terima kasih atas senyummu sore tadi yang sukses menginvasi isi kepala. Terima kasih!
---
Malam itu, sehabis hujan, si gadis datang ke kamarku. Ia tampak tak tenang. Terlihat jelas raut kekhawatiran pada wajahnya. Khawatir pada entah, aku belum tahu. Kupersilakan ia masuk. Membuatkan secangkir teh hangat untuknya. Ia duduk di kasurku, seperti biasa. Berterima kasih untuk teh buatanku. Lantas aku duduk di kursi kerjaku, membiarkan komputer menyala seperti hari yang sudah-sudah. Siap mendengarkan pikiran-pikirannya.
Ada apa?
Dia menyeruput teh nya pelan-pelan. Menerawang jauh.
“Kau percaya pada cinta?”
Aku mengangguk. Siapa pula yang tidak percaya pada cinta?
Dia menyeruput teh nya lagi, semakin perlahan kali ini. Matanya masih menerawang entah ke mana. Rasanya begitu jauh. Sangat jauh...
Dia menoleh padaku dengan cepat, “Kalau... cinta maya... kau percaya?”
Aku tertawa pelan, sedetik ...
Comments
Post a Comment