Posts

Cincin di Saku Celana

Ciputat, 28 April 2015 Aku ingin berhenti berlari. Maukah kau menghentikan kakiku?  *** Sudah hampir satu jam aku berdiri di depan cermin. Tak terhitung sudah berapa kali pula aku merapikan rambut dan setelanku. Hari ini adalah hari yang sangat penting bagiku, sepenting sebuah cincin emas yang tersimpan dalam kotak beludru biru tua di saku celanaku. Cincin yang akan segera kupersembahkan pada perempuan yang akan kutemui sebentar lagi. Semua berawal dari pertemuan terakhir kami, sekitar satu bulan yang lalu. Aku bahkan masih ingat saat itu dia memakai gaun putih pendek selutut bermotif titik titik cokelat halus, tak lupa dia juga memakai jaket jins biru kesukaannya. Dia duduk tersenyum ramah sambil menyeruput es kopi kedua di mejanya. Aku malu sekali karena datang terlambat, tambahan lagi dia tak marah padaku. Maka, aku memilih mengutuk diriku sendiri dibanding kemacetan jalanan ibukota . Seperti pertemuan-pertemuan sebelumnya, kami membicarakan pekerjaan masing...

M E N A N G I S

Image
Ciputat, 15 Februari 2015 Menjelang petang. Hujan. Jalur bebas hambatan. Lagu-lagu sendu dinyanyikan oleh pengamen berbola mata buatan. Air mataku seketika ingin berlari keluar, ingin bermain bersama hujan. *** Tiba-tiba aku ingin menangis. Meski aku tak yakin untuk apa (atau siapa?) aku ingin menangis. Mungkin ini karena pengaruh hujan di luar sana. Mungkin karena hujan, lampu oranye jalur bebas hambatan yang temaram, ditambah dengan lagu-lagu sendu yang dinyanyikan oleh pengamen berbola mata buatan. Entah mana di antara semua itu yang lebih dominan hingga membuatku benar-benar ingin menangis sekarang. Lalu aku ingin meraung. Aku ingin mencaci. Aku ingin mengacak-acak semesta. Meski aku tak yakin untuk apa (atau siapa?) aku ingin melampiaskan segala emosi yang berkecamuk di dada itu. Hingga seperti ada sebuah tombol yang otomatis ditekan, ingatanku mulai memutar sebuah film lama. Potongan-potongan cerita di masa lalu yang bahkan tak ingin kusebut sebagai masa l...

Satu Paragraf

Ciputat, 17 Januari 2015 “I tried to swim to the side but my feet got caught in the middle and I thought I'd seen the light but oh no. I was just stuck on the puzzle Stuck on the puzzle.” Alex Turner – Stuck On The Puzzle. *** Tik tik tik tik tik. Bunyi tuts papan tombol laptopmu berulang kali terdengar. Dengan cepat, sejumlah kata muncul menjadi satu-dua kalimat di layar laptop itu tetapi kau selalu saja menghapus kembali semuanya setelah membacanya sekali lagi. Kau ingin menulis sesuatu tentang satu rasa malam itu tapi tak menemukan kalimat yang sesuai. Mungkin juga, justru tak kautemukan nama rasa yang sesuai untuk apa yang melandamu di malam itu. Sungguh ingin kaucekik Alex Turner karena dia lah yang berkontribusi dalam serbuan rasa malam itu. Perasaan yang kemudian menekan di dalam dada, bahkan juga menekan kelenjar Lakrimalis-mu meski tak sampai ada setetes air pun yang membasahi pipimu. Kau berusaha mengelak ketika bisikan di kepalamu menyebu...

Perihal Kasta Si Gadis

Ciputat, 11 Agustus 2013 Kamu duduk menghadapinya dengan tatapan mata yang beberapa hari lalu sempat menggoyahkan imannya. Kamu tersenyum, semanis senyum biasanya. Senyuman yang mulai dia benci keberadaannya. Senyuman yang semakin dia yakini adalah sewujud tipu daya iblis paling bajingan di dalam semesta. Dia mengepalkan kedua tangannya di atas meja, lalu menarik nafas dalam-dalam sebelum mulai ceramah panjang tentang hubungan aneh di antara kamu dan dia. Ini pertama kali baginya untuk berceramah tentang kasta para lelaki di dalam hidupnya. Pertama kali. Khusus untukmu seorang, si bajingan dalam samaran malaikat yang nyaris sempurna. “Di dalam hidupku, ada tiga kasta utama bagi laki-laki.” Dia mengacungkan jari telunjuk, jari tengah, dan jari manis tangan kirinya. “Pertama,” Telunjuk kanannya menyentuh ujung telunjuk kirinya, “teman biasa. Tak ada kriteria khusus untuk menjadi sekadar teman dalam hidupku. Aku tak peduli kamu berasal dari golongan apa, aku akan tetap b...

Membencintaimu.

Ciputat, 22 September – 21 Oktober 2014 Di dalam sebuah ruang yang bahkan sepasang tarikan napas pun sulit terdengar, sebuah melodi berlirik dungu terus berputar ulang: “aku tak tahu apa yang terjadi antara aku dan kau, yang kutahu pasti, kubenci untuk mencintaimu..”. Di dalam sebuah ruang yang jauh lebih tersembunyi: ada sesuatu yang terasa berpilin perlahan. *** B E N C I. C I N T A. B E N C I N T A. Banyak orang bilang dua hal itu sangat sulit untuk dipisahkan. Ketika kau terlalu membenci seseorang, hasil akhirnya malah memiliki kemungkinan berubah menjadi cinta. Atau ketika kau terlalu mencintai seseorang, tak jarang malah akan menghasilkan kebencian yang tak terhingga. Atau malah mungkin kedua perasaan itu hadir bersama-sama.. Kauingin dia tak ada tapi juga sekaligus ingin dia ada. Kaumembenci keberadaannya tapi juga menyukai setiap saat yang kalian lalui bersama. Kautahu pasti di dalam kebencianmu yang tak terhingga itu ada rasa cinta yang terus meng...

Tentang Dia: Benci Untuk Mencinta

Ciputat, 22 September 2014 “Aku tak tahu apa yang terjadi antara aku dan kau.. Yang kutahu pasti Kubenci untuk mencintaimu….” Naif – Benci Untuk Mencinta *** Satu tengah malam yang berisik karena hujan badai, aku dikejutkan dengan sebuah sms singkat dari dia yang berbunyi: aku ada di depan kontrakanmu . Maka buru-buru aku membukakan pintu dan mendapati gadis itu basah kuyup dengan bibir yang nyaris biru dan seluruh tubuh gemetar hebat. Aku cepat cepat menariknya masuk ke kontrakanku. Ketololan apa yang membawanya datang ke tempatku selarut ini tanpa memedulikan hujan badai sama sekali? Dia duduk menyeruput teh hangat di kasurku setelah aku memaksanya mengeringkan tubuh dan mandi air hangat sesegera mungkin. Kausku tampak seperti baju terusan pada tubuh mungilnya. Kurasa bobot tubuhnya memang juga menyusut beberapa kilo sejak terakhir kali aku bertemu dengannya. Masalah apa yang mampir dalam hidupnya kali ini? “Apakah kautahu, mengapa seseorang memutuska...

Surat Terbuka Untuk Seseorang Yang Kisahnya Telah Kututup Selamanya

Ciputat, 12 Oktober 2014 UNTUK PARA PEREMPUAN YANG DIKHIANATI. DITIPU. DIKECEWAKAN OLEH LAKI-LAKI. SILAKAN KIRIMKAN SURAT INI KEPADA LAKI-LAKI ITU :) *** Kepada kamu, yang halaman ceritanya telah kututup selama-lamanya: Aku memutuskan untuk memaafkanmu. Kuputuskan untuk memaafkan segala kejahatanmu padaku, pengkhianatanmu, penipuanmu, pengecewaan olehmu meski kau tak pernah meminta maaf padaku secara langsung. Kau memang tak pantas menerima maaf dariku, tetapi aku tak ingin mengecewakan Tuhan dengan membiarkan kebencianku padamu merusak hatiku yang tulus. Aku memutuskan menutup halaman ceritamu selama-lamanya dan membuka lembaran yang betul-betul baru. Kauboleh menyapaku hanya jika tak punya rasa malu. Tetapi, jangan harap aku akan mengistimewakanmu. Karena bukankah seseorang hanya bisa melangkah maju jika tak lagi menoleh pada sampah yang telah dibuang olehnya? Selamat tinggal untuk selamanya. Selamat menikmati hidupmu yang begitu-begitu saja. Semo...